Berita, Internasional

26 Tewas Dalam Insiden Pesawat Jatuh Di Republik Demokratik Kongo

Para pejabat urusan darurat di Republik Demokratik Kongo atau RD Kongo mengumumkan bahwa 26 tahun menjadi korban ketika sebuah pesawat jatuh tidak lama setelah lepas landas pada 24 November.

Pesawat berjenis Dornier-228 dengan kapasitas 19 kursi yang dioperasikan oleh perusahaan lokal bernama Busy Bee jatuh di sebuah pemukiman penduduk di dekat bandara Goma. Beberapa korban adalah orang yang berasal dari permukiman di sekitar bandara tersebut.

Pihak berwenang dari RD Kongo menjelaskan bahwa 17 penumpang dan dua awak pesawat tewas pada insiden ini beserta dengan tujuh orang yang berada di darat.

26 Tewas Dalam Insiden Pesawat Jatuh Di Republik Demokratik Kongo

Pesawat ini awalnya menuju ke Beni yang berada 350 kilometer di sebelah utara Goma.

Foto yang dibagikan oleh oleh pihak otoritas memperlihatkan bahwa asap membumbung di atas pemukiman dengan beberapa rumah terbakar dan puluhan laki-laki menyemprotkan air untuk memadamkan api akibat insiden ini.

Gubernur Kivu Utara mengungkapkan kesedihan ketika mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini telah menelan korban yang jumlahnya tidak sedikit. Dirinya tidak lupa mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

Perawatan pesawat yang buruk dan standard keamanan penerbangan yang rendah dianggap sebagai penyebab utama dari kecelakaan pesawat di negara yang berada di Afrika Tengah tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada maskapai asal Kongo yang diizinkan masuk ke Uni Eropa karena adanya kekhawatiran keamanan dan kondisi pesawat yang diterbangkan oleh maskapai asal Kongo.

Ini merupakan kecelakaan udara kesekian kali di Afrika yang cukup menarik sorotan media internasional.

Terakhir pada 10 Maret 2019, kecelakaan pesawat adalah Ethiopian Airlines yang menewaskan seluruh penumpang beserta pilot dan awak kabin. Pesawat yang jatuh tersebut adalah Boeing 737 MAX yang satu tipe dengan pesawat Lion Air yang jatuh di Laut Jawa. Pada investigasi akhirnya diketahui bahwa Boeing 737 MAX memiliki cacat pada perangkat lunak yang menyebabkan pesawat jatuh.