Berita, Internasional

Indonesia Dan Malaysia Akhirnya Sepakati Batas Negara Di Dua Titik Di Wilayah Timur

Pemerintah Indonesia dan Malasyai telah menyepakati batas negara di wilayah Sungai Simantipal dan Titik C500-C600 Kecamatan Sebatik didalam nota kesepahaman atau MOU yang akan ditandatangani pekan depan di Malaysia.

Direktur Topografi Angkatan Darat Brigadir Jendral Asep Edi Rosidin menjelaskan bahwa patok batas dari masing-masing negara telah terpasang di lapangan.

Pemasangan patok batas negara ini menjadi petanda bahwa kedua negara telah menyepakati batas negara masing-masing yang akan disahkan pada MOU yang akan ditandatangani antara Indonesia dan Malaysia.

Indonesia Dan Malaysia Akhirnya Sepakati Batas Negara Di Dua Titik Di Wilayah Timur

“Batasnya telah ditentukan melalui hasil survei antara pemerintan Indonesia dan Malaysia. Patoknya sudah ada disana. Minggu depan akan disahkan dalam sebuah MOU,” kata Asep.

Asep menjelaskan bahwa Sungai Simantipal dan Titik C500-C600 ini merupakan dua dari sembilan batas negara yang tengah disengketakan dari tahun 1974. Batas negara bermasalah atau Outstanding Boundary Problem (OBP) ini terbagi dalam dua bagian yaitu barat dan timur. Pada bagian barat terdapat 4 OBP yaitu Batu Aum, Gunung Raya, Titik D400 dan Sungai Buan / Gunung Jagoi.

Untuk wilayah timur terdapat 5 titik yaitu Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Simantipal, Titik B2700-B3100 dan Titik C500-C600.

Asep menjelaskna bahwa saat ini pemerintah tengah fokus untuk menyelesaikan kesepkatan batas negara yang berada di bagian timur. Menurut Asep, pembicaraan batas negara ii telah mengalami kemajuan yang luar biasa dengan dengan dua diantaranya telah disepakati dan tiga lainnya sudah hampir menemukan titik terang.

Lima OBP ini telah memasuki proses penandaan batas negara atau demarkasi. Lebih lanjut, diharapkan bahwa negosiasi ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Luar Negeri untuk empat titik lainnya di bagian barat.

Hal ini sangatlah penting untuk menghindari terjadinya eskalasi konflik karena sengketa batas negara ini. Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dan Malaysia akan segera melakukan pembicaraan terkait dengan empat tersisa yang berada di bagian barat tersebut.

Kedua negara sepakat untuk menggunakan referensi batas negara dari kajian dan survei berdasarkan pada peta perbatasan yang telah disepakati dari jaman Belanda-Inggris yaitu Konvensi 1891, perjanjian 1915 dan perjanjian 1928.

“Empat yang berada di barat tersebut harus diselesaikan juga,” kata Asep.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial, Ade Komara mengatakan bahwa MOU ini akan membuat Indonesia mendapatkan kembali lahan seluas 4.500 hektar yang sebelumnay diklaim milik Malaysia di Sungai Simantipal.

Untuk Titik C500-C600, Indonesia akan mendapatkan lahan seluas 400 hektar.

“Ini semua telah sesuai dengan hasil survei dari kedua negara dan telah dipasang patoknya pada saat itu tapi tidak diakui oleh Malaysia. Saat ini mereka telah menyetujuinya,” jelasnya.