Berita, Politik

Prabowo Dan Gerindra Disarankan Menjadi Oposisi Karena Lebih Terhormat

Direktur Eksekutif Indoensia Political Review, Ujang Komaruding menganggap bahwa Partai Gerindra sebagai partai pengusung Prabowo – Sandi pada Pilpres 2019 lalu haruslah tetap menjaga kepercayaan dari para pemilihnya dengan menjadi oposisi dari pemerintah Jokowi untuk periode kedua.

Jika Gerindra masuk kedalam koalisi pemerintah, menurutnya akan mengecewakan aspirasi para pendukungnya. Ujang mengatakan bahwa Prabowo harusnya menyadari bahwa Pilpres 2019 lalu terdapat 68 juta pemilih yang memilih mantan Danjen Kopassus tersebut untuk menjadi presiden.

“Harusnya Gerindra itu jadi oposisi bahkan pemimpin gerbong oposisi karena pendukungnya cukup banyak yang ingin Gerindra di luar pemerintah. Menjadi oposisi itu sama terhormatnya dengan yang berkuasa,” kata Ujang.

“Bahkan menjadi oposisi bisa menjadi lebih terhormat karena dapat mengontrol pemerintah ketika pemerintah melakukan kesalahan,” kata dosen politik di Universitas Al Azhar ini.

Prabowo Dan Gerindra Disarankan Menjadi Oposisi Karena Lebih Terhormat

Oleh karena itu, Ujang menilai bahwa manuver yang dilakukan oleh Prabowo untuk bergabung dengan koalisi pemerintah menjadi kurang etis walaupun dalam politik hal tersebut merupakan hal yang wajar dan lumrah dilakukan.

“Jadinya bergabung dengan koalisi pemerintah ini untuk mendapatkan kue kekuasaan itu memperlihatkan bahwa politik itu sangatlah dinamis dan cair bahkan cenderung kompromistis. Dulunya lawan sekarang bisa menjadi kawan,” kata Ujang.

“Begitu juga sebaliknya, yang dulunya kawan bisa saja pecah menjadi lawan. Koalisi yang dibangun dengan basis kekuasaan bukan ideologi itu sangat mudah terpecah,” jelasnya.

Ujang mengatakan bahwa idealnya negara membutuhkan pihak oposisi yang kuat dan tangguh untuk mengawasi kerja pemerintah.

Hal ini mengkhawatirkan adalah jika Gerindra dan Demokrat bergabung dalam koalisi pemerintah akan membuat kontrol terhadap pemerintah mendatang akan semakin lemah sehingga kewenangan cenderung akan disalahgunakan.

“Menurut Lord Acton, Power Tends To Corrupt. Kekuasaan itu cenderung korup atau disalahgunakan. But Absolute Power, Corrupt Absolutely. Sedangkan kekuasaan yang mutlak akan sangat besar kemungkinan untuk disalahgunakan,” katanya.

Pada Jumat sore kemarin, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di Istana Merdeka.

“Tapi kami tadi sudah berbicara banyak mengenai peluang Gerindra bergabung dengan koalisi pemerintah,” kata Jokowi kepada para wartawan. Akan tetapi Jokowi mengungkapkan bahwa kepastian bergabungnya Gerindra belumlah final.

Smeentara itu, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan Gerindra selalu siap untuk mendukung pemerintah Joko Widodo jika diperlukan. Prabowo menekankan bahwa Gerindra selalu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara yang menjadi kepentingan utama diatas kepentingan pribadi atau golongan.

Walaupun pernah terjadi perbedaan pandangan politik dan menjadi rival pada Pilpres, Prabowo yakin bahwa hal ini tidaklah menjadi penghalang.

“Saya sampaikan kepada beliau, kalau kami diperlukan maka kami siap untuk membantu dan mengamankan pemerintah kedepan,” kata Prabowo.