Bisnis, Ekonomi

Hanson International Diminta Kembalikan Dana Yang Mereka Kumpulkan Ke Publik

Satuan Tugas Waspada Investasi meminta kepada perusahan properti PT Hanson Internasional Tbk untuk segera mengembalikan dana investasi masyarakat yang telah dihimpun tiga tahun terakhir dengan jumlah yang melebih Rp 1 triliun.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan bahwa Hanson melakukan penggalangan dana masyarakat sejak 2016. Padahal kegiatan tersebut hanya boleh dilakukan oleh perusahaan di industri jasa keuangan yang memiliki izin dari OJK.

Tongam mengungkapkan Hanson tidaklah memiliki izin seperti perusahaan jasa keuangan untuk menggalang dana dari masyarakat.

Hanson International Diminta Kembalikan Dana Yang Mereka Kumpulkan Ke Publik

“Jumlah dana investasinya mencapai triliunan sejak 2016 dengan jumlah nasabah mencapai ribuan orang,” kata Tongam.

Dirinya menambahkan bahwa dana investasi yang lebih spesifik masih dihitung oleh tim dari Satgas dan OJK. Hingga saat ini, OJK dan Satgas telah memanggil pihak manajemen dari Hanson. Perusahaan di sektor properti ini diminta untuk segera menghentikan penggalangan dana tersebut dan mengumumkan hal ini ke publik melalui media massa.

Hanson juga didesak untuk segera mengembalikan dana yang mereka kumpulkan sesuai dengan kesepakatan bunga antara Hanson dengan nasabah.

“Kami sudah memanggil Hanson. Kami meminta mereka untuk menindak lanjuti rencana pengembalian dana investasi tersebut dengan membuat skema pengembalian pada pertemuan berikutnya,” kata Tongam.

Menurut Tongam dari pemeriksaan sementara, Hanson menawarkan bunga investasi yang tinggi kepada masyarakat yaitu dengan kisaran 10 hingga 12 persen.

Imbal hasil yang ditawarkan melebihi tingkat bunga deposito yang dimiliki oleh perbankan sehingga dana triliunan dapat dikumpulkan oleh Hanson. Walaupun dana investasinya cukup besar, Tongam yakin bahwa para investor untuk produk ini masih bersifat individual bukan korporasi.

“Dana ini kemungkinan akan digunakan untuk ekspansi perusahaan. Namun investornya mungkin adalah individu bukan korporasi,” kata Tongam.

Hanson merupakan perusahaan properti yang terdaftar di BEI dengan kode emiten MYRX. Awal mula pengungkapan ini adalah temuan dari pengawas pasar modal OJK.