Bisnis, Ekonomi

Freeport Indonesia Menjadi Penyumbang PNBP Terbesar Untuk Tahun 2018

PT Freeport Indonesia menjadi perusahaan penyumbang terbesar untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak pada 2018. Atas hal ini, PTFI mendapatkan penghargaan dalam Indonesia Mining Association Awards 2019.

IMA mencatat kontribusi dari PTFI terhadap PNBP Nasional mencapai lebih dari 10 persen atau Rp 4,2 triliun. Kontribusi ini mengalami kenaikan sebesar 51 persen dari tahun 2017 yang hanya Rp 2,02 triliun.

Kontribusi besar dari PTFI ini mendorong realisasi dari PNBP pada tahun 2018 untuk sektor pertambangan mineral dan batu bara mencapai Rp 32,2 triliun.

Keputusan untuk menempatkan PTFI pada posisi pertama diambil oleh tim penilai beserta tim teknis yang terdiri dari perwakilan dari pratisi pertambangan dan Kementerian ESDM.

“PTFI juga memperoleh penghargaan sebagai perusahaan yang melakuakn Program Pengembangan Masyarakat terbaik. Kategori ini merupakan kategori yang baru diadakan pada tahun 2019 ini,” kata ketua IMA, Ido Hutabarat.

PTFI memiliki setidaknya enam program pengembangan masyarakat seperti program pendidikan, kesehatan, pendapatna riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya dan infrastruktur.

Freeport Indonesia Menjadi Penyumbang PNBP Terbesar Untuk Tahun 2018

Program pendidikan dari PTFI ini dilaksanakan dengan melalui pembangunan Institut Pertambangan Nemangkawai pada tahun 2013 yang berada didalam area industri PT Freeport di Kuala Kencana.

Institut ini didirikan dengan tujuan utama menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk siswa pramagang dan magang. Sejauh ini, per Juli 2019, institut ini telah melatih lebih dari 4.000 orang yang mayoritas bekerja di PTFI dan perusahaan mitranya. Sisanya bekerja di perusahaan lain ataupun menjadi entrepreneur.

Malaria Center dan Klinik Terapung adalah program kesehatan PTFI yang dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Mimika, LPMAK dan beberapa pihak lain dengan membangun Malaria Center untuk menyediakan pelayanan kepada masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran malaria di Papua terutama Mimika. Malaria Center telah berhasil menurunkan jumlah dari penderita malaria sejak tahun 2013.

Klinik terapung sendiri adalah program untuk membuka akses kesehatan bagi masyarakat Papua. Layanan yang diberikan antara lain adalah pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum dan spesialistik serta vaksinasi. Terdapat juga layanan kesehatan ibu dan anak, sosialisasi kesehatan, pelayanan rujukan terbatas, pelatihan petugas medis, pemeriksaan laboratorium dan pengiriman logistik medis.

Berikut adalah program tingkat pendapatan riil ini diimplementasikan oleh PTFI dengan bekerjasama dengan BRI dengan meluncurkan Rumah Kreatif BUMN di TImika, Kabupaten Mimika, Papua.

Dengan program ini, sebuah perkebunan rakyat dibuka di wilayah SP-12, Kuala Kencana. Perkebunan ini telah memiliki luas puluhan hektar dan sejauh ini telah ditanami dengan 10 ribu pohon kakao. Disamping itu juga ada Koperasi Kopi Amungme dan Pertanian Kelapa serta Kakao yang dijalankan dengan dukungan dari PTFI.

PTFI juga mendorong program kemandirian ekonomi masyarakt lokal dengan Komunitas Kerajinan Rajutan Noken. PTFI dengan mitranya melakukan pendampingan masyarakat untuk dapat berinovasi dalam pengolahan benang dari serat kayu.

Komunitas ini juga telah memiliki Koperasi Serba Usaha dengan nama Kangguru Jaya serta sanggar noken dan kios untuk dapat mendukung produk kerajinan rajutan noken.

Untuk program sosial dan budaya, PTFI mendirikan Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe yang bertujuan untuk mendukung budaya dari suku Kamoro. Nama dari yayasan ini memiliki arti “Pengukir Muda Kamoro”. PTFI juga mendukung secara penuh penyelenggaraan Kamoro Kakuru untuk dapat memperkenalkan ukiran serta seni budaya Kamoro supaya dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas baik itu dalam maupun luar negeri.

Program terakhir adalah infrastruktur yang telah membangun dua lapangan terbang perintis. Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen sosial yang masuk dalam Program Pengembangan 3 Desa yang terdiri dari Waa-Banti, Tsinga dan Aroanop.

Lapangan terbang lainnya yang tengah dibangun adalah lapangan terbang yang berada di Desa Ombani, Aroanop.