Berita, Daerah

Polisi Tetapkan 41 Tersangka Kasus Pembobolan ATM Bank DKI Oleh Satpol PP

Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menetapkan 41 orang tersangka dalam kasus pembobolan ATM. Dari 41 tersangka tersebut satu diantaranya adalah anggota Satpol PP.

“Sudah kami tetapkan 41 tersangka yang dimana 13 orang sudah kami lakukan pemeriksaan. Diantaranya ada satu yang anggota Satpol PP,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan.

Iwan menjelaskan bahwa anggota tersebut meminta kepada rekannya untuk membuka sebuah rekening yang menjadi tujuan untuk menampung hasil kejahatan pembobolan ATM. Sebab, saat dia mengambil uang di ATM nominalnya tidak berkurang.

“Ketika dia mengetahui saldonya tidak berkurang dia mencoba kembali, bahkan ada salah seorang tersangka membuat beberapa ATM dari beberapa rekannya kemudian dia menggunakannya untuk mengambil uang di ATM miik rekannya,” tersebut.

Polisi Tetapkan 41 Tersangka Kasus Pembobolan ATM Bank DKI Oleh Satpol PP

Untuk mempergunakan ATM-ATM tersebut, anggota ini memberikan upah kepada rekannya sebesar Rp 5 juta.

“Orang-orang tersebut dia memberikan uang sekitar Rp 5 juta. Kemudian ATM nya dikuasai untuk dapat mengambil uang di ATM,” kata Iwan terkait tersangka kasus pembobolan ATM.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mempertanyakan sistem keamanan dari Bank DKI. Dia mengaku bahwa kasus ini membuatnya kecewa dengan sistem keamanan bank yang sangat mudah dibobol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti ini.

“Karena kita juga merasa kecewa dengan kasus ini. Cari uangnya itu susah, masa begitu mudah dijebol oleh mereka,” kata Saefullah.

Dirinya mengaku belum mendapatkan laporan langsung dari Bank DKI terkait dengan kasus pembobolan ATM ini. Walaupun begitu, dirinya meminta kepada pihak aparat dapat mengusut tuntas kejadian ini.

“Saya rasa harus diusut secara tuntas dan harus diberikan penegakan hukum yang berat,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir menyatakan bahwa 12 anggota dari Satpol PP DKI diduga terlibat dalam pembobolan ini di mesin ATM Bersama dengan media kartu ATM Bank DKI telah dipecat.

“SK pemberhentian tersebut sudah dikeluarkan dan telah ditandatangani,” kata Chaidir.